Rabu, 02 Desember 2009
Pelayanan Bala Keselamatan
Pelayanan Bala Keselamatan di Pedalaman Sulawes Tengah pada tahun 80-an oleh sepasang hamba Tuhan Komisioner Victor Tondi (almarhun) yang pada waktu itu berpangkat Mayor.
Melalui video ini, kiranya dapat menjadi bahan refleksi dan diambil insight untuk kemajuan Pelayanan Bala Keselamatan di masa yang akan datang.
Masih banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan uluran tangan dan sentuhan kasih dari sesamanya yang lebih beruntung.
Jumat, 28 Agustus 2009
bab 1
Hati atau “heart” yang dimaksudkan selanjutnya dalam tulisan ini bukanlah pengertian “hati” atau “jantung” secara ilmu anatomi manusia atau ilmu kedokteran, walaupun penulis adalah seorang dokter.
Hati dalam pengertian “jantung” memang merupakan organ atau alat yang merupakan “pemompa” darah keseluruh tubuh, untuk memenuhi kebutuhan oksigen dari sel sel tubuh dan menerima kembali darah yang mengandung banyak carbon dioksida untuk dibawa kejantung, selanjutnya dipompakan keparu paru untuk mengeluarkan CO2 melalui pernapasan dan mengikat O2 di paru paru dan membawa kembali darah yang mengandung O2 ke jantung kemudian di pompakan lagi keseluruh tubuh.
Hati dalam pengertian “liver” atau “hepar” ialah organ tubuh manusia yang juga erat hubungannya dengan aliran darah sebagaimana paru paru adalah sebagai tempat pertukaran O2 dan CO2, maka “hati” atau “liver” adalah tempat dimana berbagai zat atau bahan makanan yang dimakan tubuh dan diserap usus , diproses menjadi bahan bahan yang dibutuhkan tubuh seperti protein, lemak dan glukosa, yang sangat diperlukan oleh sel sel tubuh. Pada dasarnya baik hati sebagai “jantung” maupun hati sebagai “hepar” atau “liver” adalah suatu organ tubuh yang sangat vital dan sangat menentukan stamina dan kesehatan seseorang. Jantung yang lemah atau hati atau liver yang sakit akan membawa manusia pada suatu kondisi yang tidak sehat dan tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik dan produktif.
Sebenarnya ada analoginya dengan hati yang dimaksudkan oleh penulis dalam tulisan ini. Hati disini seperti sudah dikatakan diatas tidaklah dalam pengertian organik, tetapi lebih pada pengertian psikologis. Dalam kamus lengkap Inggeris - Indonesia dan Indonesia - Inggeris ,Prof Drs S Wojowasito W.J.S., Poerwadarminta disebutkan arti “hati” sebagai ”liver”, “heart, jantung, mind”, pikiran , dan juga “conscience”, atau “kata batin”. Jadi kepemimpinan dengan hati yang akan diuraikan oleh penulis disini ialah kepemimpinan yang dikendalikan oleh “kata hati” , yang merupakan hasil dari buah buah Roh, artinya hati yang telah dirobahkan oleh jamahan Roh Kudus. Kalau kita mau analogikan dengan kondisi organik, maka hati yang sakit, artinya hati yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka sudah tentu akan menghasilkan suatu hasil kerja yang tidak sesuai dan tidak sehat untuk tubuh.
Kamis, 27 Agustus 2009
Pengantar
Kepemimpinan sebenarnya topic yang sudah sejak lama dibicarakan orang, bahkan menurut literature sudah dari tahun 30-an telah dilakukan penelitian oleh para ahli di Amerika. Memang pada dasarnya kepemimpinan itu sudah ada sejak manusia dijadikan, karena kepemimpinan pada hakekatnya adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dapat mengikuti apa yang ia inginkan. Bukankah hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh semua orang? Pada saat seseorang mengajak orang lain untuk turut bersama-sama melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama sebenarnya telah terajadi kinerja kepemimpinan mandiri. Kepemimpinan adalah soal bagaimana mempe-ngaruhi orang lain yang dipimpinnya, karena itu kepemim-pinan adalah hal yang sangat penting untuk dibahas. Apakah kepemimpinan itu suatu kepemimpinan yang formal pada suatu perusahaan, suatu institusi, organisasi atau kepemimpinan kelompok baik dalam keluarga atau pun kepemimpinan diri sendiri.
Pemimpin adalah orang yang melakukan proses kepemimpinan, yaitu proses untuk mempengaruhi, bekerja sama dengan orang yang dipimpin, memberitahukan arah mana yang harus dituju dan melakukan perubahan terhadap lingkungan orang orang yang dipimpinnya, maka nilai-nilai dasar yang dianut oleh seorang pemimpin menjadi sangat penting. Dalam buku ini baik pembahasan-nya dan juga pendekatannya mengacu pada prinsip-prinsip alkitabiah, karena itu penulis memberi judul “MEMIMPIN DENGAN HATI”. Maksud pembahasannya ialah bagai-mana melaksanakan metode kepemimpinan yang bersumber dari “hati” yang sudah diubahkan oleh Roh Kudus. Dalam teori-teori kepemimpinan, kajian tentang
Sudah tentu buku ini masih banyak kekurangannya tetapi penulis berharap kiranya melalui buku sederhana ini, para pembaca dapat merenungkan kembali tentang siapakah diri kita sebenarnya, apakah sebagai pemimpin, baik pemimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat, organisasi atau institusi apapun, sudah melakukan kepemimpinan dengan hati secara benar dan membawa kesejahteraan serta perubahan yang positif terhadap lingkungannya dan dunianya?.
Akhirnya, penulis sangat mengharapkan masukan masukan dari para pembaca, kiranya pada penerbitan berikutnya buku ini dapat lebih disempurnakan dan akan membawa kemulian bagi nama Tuhan.




