Hati atau “heart” yang dimaksudkan selanjutnya dalam tulisan ini bukanlah pengertian “hati” atau “jantung” secara ilmu anatomi manusia atau ilmu kedokteran, walaupun penulis adalah seorang dokter.
Hati dalam pengertian “jantung” memang merupakan organ atau alat yang merupakan “pemompa” darah keseluruh tubuh, untuk memenuhi kebutuhan oksigen dari sel sel tubuh dan menerima kembali darah yang mengandung banyak carbon dioksida untuk dibawa kejantung, selanjutnya dipompakan keparu paru untuk mengeluarkan CO2 melalui pernapasan dan mengikat O2 di paru paru dan membawa kembali darah yang mengandung O2 ke jantung kemudian di pompakan lagi keseluruh tubuh.
Hati dalam pengertian “liver” atau “hepar” ialah organ tubuh manusia yang juga erat hubungannya dengan aliran darah sebagaimana paru paru adalah sebagai tempat pertukaran O2 dan CO2, maka “hati” atau “liver” adalah tempat dimana berbagai zat atau bahan makanan yang dimakan tubuh dan diserap usus , diproses menjadi bahan bahan yang dibutuhkan tubuh seperti protein, lemak dan glukosa, yang sangat diperlukan oleh sel sel tubuh. Pada dasarnya baik hati sebagai “jantung” maupun hati sebagai “hepar” atau “liver” adalah suatu organ tubuh yang sangat vital dan sangat menentukan stamina dan kesehatan seseorang. Jantung yang lemah atau hati atau liver yang sakit akan membawa manusia pada suatu kondisi yang tidak sehat dan tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik dan produktif.
Sebenarnya ada analoginya dengan hati yang dimaksudkan oleh penulis dalam tulisan ini. Hati disini seperti sudah dikatakan diatas tidaklah dalam pengertian organik, tetapi lebih pada pengertian psikologis. Dalam kamus lengkap Inggeris - Indonesia dan Indonesia - Inggeris ,Prof Drs S Wojowasito W.J.S., Poerwadarminta disebutkan arti “hati” sebagai ”liver”, “heart, jantung, mind”, pikiran , dan juga “conscience”, atau “kata batin”. Jadi kepemimpinan dengan hati yang akan diuraikan oleh penulis disini ialah kepemimpinan yang dikendalikan oleh “kata hati” , yang merupakan hasil dari buah buah Roh, artinya hati yang telah dirobahkan oleh jamahan Roh Kudus. Kalau kita mau analogikan dengan kondisi organik, maka hati yang sakit, artinya hati yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka sudah tentu akan menghasilkan suatu hasil kerja yang tidak sesuai dan tidak sehat untuk tubuh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar